![]() |
| Sekretaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Tana Toraja, Yohanis Lintin Paembonan / DC merah (sal) |
60MENIT.co.id, Tana Toraja | Atas nama pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan masyarakat Toraja menyampaikan berlangsungkawa yang mendalam atas meninggalnya Mantan Bupati Tana Toraja, Ir. Nicodemus Biringkanae. Bupati Tana Toraja periode 2016-2021 itu tutup usia, pada umur 70 tahun.
Nico sapaan akrab Nicodemus Biringkanae mengembuskan nafas terakhir pada Selasa (11/08/2026) di Rumah Sakit Elim, Rantepao Toraja Utara, sekira pukul 04.00 Wita.
Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka, Parappo, Lembang (desa) Malimbong Balepe', Kecamatan Rembon, Tana Toraja.
Berita duka pria kelahiran Tana Toraja 24 April 1956 ini, terus menyebar ke berbagai saluran group WhatsApp, Facebook dan Instagram, sehingga mengundang rasa simpati dan belasungkawa dari semua warga Tana Toraja yang mengenal almarhum sebagai sosok yang rendah hati.
Sekretaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Tana Toraja, Yohanis Lintin Paembonan, menyampaikan Pemda dan seluruh masyarakat Toraja merasa kehilangan seorang tokoh besar, seorang pemimpin, seorang negarawan dan seorang politisi. Beliau juga dikenal dengan kegigihannya mempertahan ide-idenya, seorang tokoh inspiratif dan rendah hati, beliau sangat merakyat dan memiliki jiwa kepedulian yang tinggi untuk kemajuan anak-anak muda.
Ia juga meminta untuk mendokan keluarga yg berduka agar dihiburkan dan dikuatkan oleh Tuhan.
Ditempat yang sama, atas berita dukacita tersebut, salah satu anak almarhum, Yohanis Sakka panggalo yang disapa Pong Dego, menyampaikan rasa belasungkawa, "Kami terkejut atas kepergian Bapak," ucapnya.
Almarhum Bapak sosok terbaik di keluarga, banyak arahan dan masukan yang disampaikan kepada kami untuk anak-anaknya.
Pong Dego menambahkan, Kami anak-anaknya sangat bangga kepada almarhum, sebagai laki-laki yang peduli dan tanggung jawab, waktunya penuh untuk pekerjaan, kami maklumi itu. Membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan adalah hal yang sangat sulit, namun almarhum bisa melakukannya.
"Kepada keluarga besar, harus kuat dan pasrah untuk mengikhlaskan kejadian ini," pinta Pong Dego.
Untuk istriku, tetap kuat dan tabah atas cobaan ini, Selamat jalan Bapakku, beristirahatlah dengan tenang dalam keabadian, tambah Pong Dego menutup ucapan kata penghiburan.
Ini sudah jalan Tuhan, kami sudah berbuat yang terbaik, kami sudah ikhlas atas kepergian ayah tercinta," ucap Pong Dego dengan rasa sedih yang mendalam.
(sal)



