Subang Mangkarak 4 Tahun! Aktivis Berambut Gondrong Bongkar Borok 'Pingpong' Birokrasi Dibalik Misteri Tugu Stum!
-->

Advertisement Adsense

Subang Mangkarak 4 Tahun! Aktivis Berambut Gondrong Bongkar Borok 'Pingpong' Birokrasi Dibalik Misteri Tugu Stum!

60menit.com
Sabtu, 15 Agustus 2026

Lokasi seharusnya Tugu Stum Subang, nampak kosong seperti ini (ridho)


60MENIT.co.id, Subang | Mandeknya proyek pembangunan tugu stum selama hampir Empat Tahun terakhir memicu ledakan amarah dari elemen masyarakat. 


Koordinator Forum Arus Bawah Subang, Andi L. Hakim yang akrab disapa Andi Gondrong secara vokal membongkar bobroknya mentalitas birokrasi Pemerintah daerah (Pemda) subang yang dinilai mandul, pengecut, dan minim komitmen dalam mengeksekusi hak publik Sabtu (15/08/2026)


"Alasan 'prosedur' yang terus-menerus digaungkan selama bertahun-tahun itu omong kosong! Itu hanya tameng pembenaran atas ketidakseriusan para birokrat dalam melayani rakyat!" tegas Andi Gondrong dengan nada geram.


4 Dosa Besar Birokrasi Subang: Proyek CSR Rasa Siput


Hasil investigasi dan sorotan tajam para aktivis menguliti empat borok utama yang menyandera proyek tugu stum hingga menjadi "utang sejarah" yang memalukan:


Mentalitas 'Asal selamat' & ketakutan akut: pejabat di dinas PUPR dan BP4D dituding mengidap penyakit rikuh administrasi. Didanai oleh CSR Bank BJB, para birokrat justru ketakutan setengah mati menghadapi pemeriksaan BPK atau aparat penegak hukum.akibatnya, mereka saling lempar berkas dokumen Evaluasi Desain (DED) demi menyelamatkan pantat masing-masing!


Fleksibilitas CSR terjebak 'sistem kaku': dana CSR yang seharusnya bisa dicairkan kilat tanpa terikat ketatnya anggaran tahunan negara, justru dipaksa masuk ke dalam lingkaran setan birokrasi daerah. Mulai dari verifikasi tim fasilitasi hingga antrean lelang terbuka yang memakan waktu bertahun-tahun.


Drama 'pingpong' antar-dinas: Ego sektoral yang akut membuat berkas proyek tugu stum hanya berputar-putar dari satu meja dinas ke meja dinas lainnya tanpa ada aksi nyata di lapangan. Absennya komando tegas dari Kepala Daerah membuat koordinasi antar-instansi lumpuh total!


Aroma korupsi akibat sembunyi-sembunyi: pemda subang menutup rapat informasi mengenai di mana titik sumbat (bottleneck) proyek ini. Ketertutupan yang mencurigakan ini memicu spekulasi liar di tengah 


masyarakat: Apakah anggaran sengaja diendapkan demi keuntungan sepihak?


Menuntut ketegasan Kepala Daerah!

Publik subang kini menuntut kepemimpinan yang berani untuk menghancurkan tembok birokrasi yang berbelit-belit ini. 


Jika pemda subang tetap bungkam dan membiarkan proyek ini mangkrak, Forum Arus Bawah Subang mengancam akan melancarkan gelombang protes yang lebih besar demi menagih janji dan transparansi yang menjadi hak mutlak Rakyat Subang.


(Ridho)