![]() |
| Yuddy W. Dimitri, Ketua LPKSM Subang (ridho) |
60MENIT.co.id, Subang | Tekanan politik, hukum, dan ekonomi yang terus meningkat di tingkat daerah memicu kekhawatiran mendalam dari berbagai aliansi masyarakat sipil. Menanggapi situasi tersebut, Aktivis Pemerhati Kebijakan Pemerintah sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Subang, Yudi W Dimitri, menyoroti kasus hukum yang menjerat jurnalis Muhammad Harun. Ia menegaskan bahwa Harun harus segera dibebaskan dari segala jeratan hukum demi menyelamatkan ruang publik yang demokratis, Kamis (10/09/2026).
Dalam pernyataan sikapnya, Yudi W Dimitri menyampaikan bahwa kasus Bung Harun bukan sekadar persoalan individu, melainkan ujian bagi kualitas ruang publik dan kemerdekaan bersuara di Kabupaten Subang. Menurutnya, kolaborasi antara media massa dan gerakan sipil kini menjadi instrumen yang semakin krusial untuk menghadapi gelombang pembungkaman.
"Kolaborasi antara media dan gerakan sipil hari ini menjadi semakin penting. Namun kolaborasi ini bukan berarti mengikis independensi media. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers tetap wajib menjaga verifikasi, kritik, dan jarak profesional. Di sisi lain, gerakan sipil membutuhkan media agar kritik tidak tenggelam dalam arus informasi digital yang cepat dan dangkal," ujar Yudi W Dimitri dalam keterangan tertulisnya.
Yudi memperingatkan ancaman nyata yang muncul jika kriminalisasi terhadap suara kritis terus dibiarkan. Ketika publik mulai merasa bahwa kritik berujung sia-sia dan menganggap diam jauh lebih aman daripada bersuara, maka pada saat itulah fondasi demokrasi di daerah akan runtuh.
"Mempertahankan ruang kritik bukan hanya soal kebebasan berpendapat, tetapi juga tentang menjaga harapan bahwa perubahan masih mungkin diperjuangkan bersama. Ruang publik adalah arena di mana warga setara berdialog dan membentuk opini bersama. Ketika ruang itu menyempit, demokrasi tidak hanya kehilangan oksigen, tapi juga kehilangan jiwanya," tegas Ketua LPKSM Subang tersebut.
Melalui Momentum Gerakan
Bebaskan Bung Harun, Yudi W Dimitri mengajak seluruh elemen pejuang keadilan untuk tidak surut dalam mengawal persidangan dan menyuarakan kebenaran, meskipun menghadapi jalan yang terjal.
"Kelelahan adalah hal yang wajar dirasakan, tetapi menyerah bukanlah pilihan bagi kami sebagai pejuang sejati. Perjuangan untuk membebaskan Bung Harun akan terus kami kawal hingga keadilan yang hakiki ditegakkan," pungkas Yudi.
(Ridho)



