![]() |
| Bupati Subang, Kang Rey Pake Kacamata Bersama Kadis Pendidikan (ridho) |
60MENIT.co id, Subang | Kecamatan Dawuan gempar! Suasana program Saba Desa di Desa Cisampih mendadak berubah mencekam, Jum'at (11/09/2026)
Bupati subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), dibuat meradang saat melakukan inspeksi mendadak ke SDN Buahdua.
Di depan matanya sendiri, terhampar potret buram dunia pendidikan yang menyayat hati: fasilitas hancur lebur, ruangan memprihatinkan, bahkan meja belajar siswa harus dilapisi baliho bekas agar bisa digunakan menulis.
JERITAN HATI SISWA: "Tangan Kami Sering Tertusuk Serpihan Kayu Lapuk..."
Di balik kemarahan sang Bupati, ada jeritan pilu anak-anak polos yang selama ini terabaikan. Untuk sekadar menulis, mereka harus berjuang di atas meja rusak berlapis baliho.
"Kami sering iri melihat sekolah lain di TV yang mejanya bagus. Di sini, kalau balihonya robek, serpihan kayu tajam siap menusuk tangan kami," bisik salah seorang siswa dengan mata berkaca-kaca. Hak mereka untuk belajar dengan aman dan nyaman seolah telah dirampas oleh kelalaian birokrasi.
KADISDIKBUD DISKAKMAT, KEPALA SEKOLAH DISEMPROT HABIS-HABISAN
Melihat kebobrokan nyata ini, Kang Rey langsung menyemprot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Subang, Heri Sopandi yang mendampinginya.
"Bikin malu saja!" bentak Bupati dengan nada tinggi menahan amarah.
Alih-alih memberikan solusi cepat, jawaban pihak dinas yang dinilai lambat dan menggampangkan masalah langsung DISKAKMAT di tempat. Tak luput dari pusaran kemarahan, Kepala Sekolah juga dicecar habis-habisan terkait transparansi dan fungsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selama ini dikucurkan, kemana anggaran tersebut sampai hak dasar anak-anak tidak terpenuhi.
GERAK INSTAN: ANGGARAN DARURAT LANGSUNG TURUN
Gebrakan amarah sang Bupati terbukti bukan sekadar gertakan sambal. Detik itu juga, roda birokrasi dipaksa berputar cepat! Pemkab Subang langsung merealisasikan proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Buahdua dengan nilai kontrak Rp199.100.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kang Rey juga mengeluarkan ultimatum keras ke seluruh jajaran, "Tahun 2027 menjadi harga mati, TIDAK BOLEH ada lagi satu pun sekolah rusak atau jalanan hancur di Kabupaten Subang," Pungkasnya
(Ridho)



