Janin Ditemukan di Ruang Kelas SMK, diduga Pelakuknya Orang Dalam

Advertisement

Janin Ditemukan di Ruang Kelas SMK, diduga Pelakuknya Orang Dalam

60 MENIT
Jumat, 20 September 2019


60Menit.co.id

60MENIT.CO.ID, Polewali Mandar -  Sesosok janin ditemukan di kelas sebuah SMK di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Penemuan janin di ruang belajar itu menghebohkan siswa hingga proses kegiatan belajar dan mengajar pun terganggu.

Tak jelas siapa orangtua yang tega membuat bayinya di kelas tanpa dibungkus atau dibalut dengan sehelai kain atau selembar kertas.

Pihak guru pun turun tangan membawa janin tersebut ke puskesmas terdekat dan menghubungi polisi.

Kepala SMK Negeri Campalagian, Hazanuddin mengatakan, janin tersebut pertama kali diketahui pada Rabu (18/9/2019) lalu oleh penjaga sekolah yang saat itu masuk ke rungan untuk mengecek kondisi pintu dan jendela.

Penemuann janin ini pun langsung dilaporkan pada kepala sekolah dan diteruskan ke Mapolsek Campalagian.

“Bayinya sudah kita bawa ke puskesmas dan itu sudah dipastikan bayi dibuang beberapa saat setelah ditemukan oleh petugas sekolah kami,” jelas Hazanuddin.

Sejumlah saksi di lokasi menduga, pelaku pembuangan janin ini adalah orang dalam lingkungan sekolah. Pasalnya setiap hari, pagar dan pintu sekolah ditutup usai siswa belajar atau pulang.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian usai mendapat laporan pihak sekolah langsung melakukan olah TKP untuk mengetahui pasti peristiwa tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Campalagian, Aiptu Muliono, mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa pelaku yang tega membuang janin bayi di sekolah.

“Kasusnya sedang kita selidiki. Sejumlah saksi termasuk, pihak sekolah sedang kita mintai keterangan. Namun kalau dilihat dari kondisi lokasi, ada dugaan pelaku masuk kelas lalu membuang bayinya di kolong meja," jelas Muliono.

Dalam olah TKP ini ini terlihat janin ditemukan di lantai ruang praktik menjahit tanpa dibungkus kain atau apa pun. Kondisi janin tidak rusak dan tidak membusuk.

Meskipun ukurannya sangat kecil, namun dari hasil pemeriksaan medis petugas kesehatan setempat dipastikan, janin tersebut diperkirakan baru berusia beberapa bulan.

Kepoilisian telah memintai keterangan beberapa orang saksi termasuk kepala SMK.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan atas temuan janin ini.

Sejumlah saksi terus dimintai keterangan terkait penemuan janin itu.

Polis juga tengah memeriksa salah satu siswa yang tidak masuk sekolah hari ini karena alasan sedang sakit perut.

(*)