Cegah Hoax dan Sukseskan Pelantikan Presiden, Kapolda Datangi Sekolah

Advertisement

Cegah Hoax dan Sukseskan Pelantikan Presiden, Kapolda Datangi Sekolah

60 MENIT
Jumat, 18 Oktober 2019

60Menit.co.id -  Kapolda Maluku datangi sekolah, Cegah Hoax dan Sukseskan Pelantikan Presiden

60MENIT.CO.ID ☐ Kapolda Maluku, Irjen Pol. Drs Royke Lumowa, M.M bersama seluruh Pejabat Utama (PJU), Polda Maluku mendatangi sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Ambon.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Mohamad Roem Ohoirat mengungkapkan, kedatangan Kapolda dan PJU itu untuk mengkampanyekan penangkalan penyebaran berita hoax tentang gempa bumi, dan menyukseskan pelantikan Presiden-Wakil Presiden yang akan berlangsung 20 Oktober besok.

"Tadi pagi Kapolda, Wakapolda dan seluruh PJU Polda Maluku, mendatangi sejumlah sekolah khususnya SMA yang ada di kota Ambon, untuk memberikan pengarahan terhadap maraknya berita hoax tentang gempa yang tersebar di masyarakat. Sekaligus sosialisasi keamanan untuk menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden yang akan berlangsung 20 Oktober nanti,"kata Ohoirat, kepada media di kantornya, Jumat (18/10/2019).

"Pak Kapolda didampingu Kabid Humas, mendatangi SMA Negeri 1, sedangkan pak Wakapolda didampingi Kabid Propam datangi SMA Xaverius, pak Irwasda didampingi Dirreskrimsus datangi SMAN 2, dan pejabat utama lainnya. Ada sekitar 11 SMA di kota Ambon, yang didatangi atau dijadikan tujuan untuk mengkampanyekan penangkalan hoax dan sukseskan pelantikan presiden itu,"jelas Roem.

Juru bicara Polda ini mengatakan, munculnya berita hoax tentang gempa Ambon berpotensi tsunami membuat masyarakat Ambon yang tinggal di pinggir pantai mengungsi keperbukitan.
" Jangan mudah percaya berita hoax dan ambil informasi yg dapat dipercaya dari BMKG. Harus disadari gempa Ambon merupakan musibah namun kita harus kuat menghadapinya dan selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,"tuturnya.

Sementara untuk pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, mantan Kapolres Maluku Tenggara ini mengaku, sebagai bangsa Indonesia, masyarakat terutama generasi muda dan pelajar, wajib bersyukur bahwasannya pesta demokrasi  (Pileg dan Pilpres 2019) berjalan aman dan lancar.
"Sebagai bangsa Indonesia kita patut bangga dan wajib mengawal, serta menjaga proses demokrasi sampai tuntas yaitu pelantikan Presiden wakil presiden. Pemuda dan warga negara yang baik tentunya peran dari siswa SMA sangat diharapkan untuk mendukung pelantikan presiden dan wakil presiden, dengan tidak mudah terprovokasi untuk  melakukan hal hal yang kontra produktif (unjuk rasa yg tdk jelas arahnya)," terangnya.

Ohoirat menghimbau, kepada genarasi muda khususnya pelajar agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan.

"Belajar dan berprestasi untuk mencapai cita-cita serta bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan orang tua. Sementara untuk berita hoax, harus lebih bijaksana menggunakan media sosial. Selalu berfikir positif dan selalu yakin dengan persatuan dan kesatuan NKRI akan selalu terjaga, serta saling menghormati, menghargai hidup lebih baik dan damai.

(Red Stef)