SAPMA Garut Peduli Kebersihan

Advertisement Adsense

SAPMA Garut Peduli Kebersihan

Wak Puji
Minggu, 15 Desember 2019

Ratusan anggota SAPMA Kabupaten Garut Melaksanakan Kerja Bakti. (Foto : Istimewa)

60menit.co.id, Garut - "Kebersihan sebagian dari iman” itulah peribahasa yang tepat buat menunjukan apa yang dilakukan oleh sekelompok anak muda berbaju loreng oranye hitam yang menamakan dirinya Satuan Pelajar Dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kabupaten Garut yang berbondong-bondong turun membersihkan sampah di sekitar taman kota Kerkop, Jalan Merdeka Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/12).

Berkaitan dengan acara tersebut terlihat semangat kebersamaan dari kaum milenial ini, bagi mereka, apa saja yang namanya anak muda jika merasa memiliki kecintaan terhadap negaranya harus melaksanakan hal-hal yang positif dan berguna bagi masyarakat.

Ketua Sapma, Wing Perwira MD, beralasan berbicara internal organisasi berarti menempatkan kebersamaan dalam kegiatan Pemuda Pancasila Kabupaten Garut. Bagaimana caranya masalah sosial, agama, budaya, pendidikan ditanamkan pada kader-kadernya.

Salah satunya kegiatan ini, kita lihat Taman Kota yang tentunya fasilitas publik sekarang berserakan sampah, kita bersihkan, mudah-mudahan menjadi nilai plus untuk memberikan motivasi bagi warga lainnya”, ungkapnya.

Ketua SAPMA Garut Wing Perwira MD didampingi Pengurus. (Foto : Istimewa)

Ketua Sapma juga mengatakan, pada kegiatan bersih-bersih ini pesertanya terdiri dari perwakilan Sapma Cabang, yang masing- masing diikut sertakan tiga orang dan terkumpul yang turut serta hadir kurang lebih 550 orang.

Ini adalah kegiatan rutin, dengan tujuan bagaimana caranya kita mengingatkan orang lain, khususnya masyarakat Kabupaten Garut agar tidak lupa dengan nilai kebersihan atau paling tidak ingin membuat lebih baik dengan dimulai dari hal yang paling kecil”, imbuhnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Sapma Garut, Febbie A Zamzami, Pancasila terlahir memang seperti ini, tinggal bagaimana caranya anak-anak muda ini sadar nilai Pancasila itu tentunya zaman sekarang bukan untuk melawan ideologi fasisme dan lain-lain, tetapi sekarang adalah mencontohkan dan menyadarkan pemuda-pemudi bangsa supaya makin maju dan tetap mencintai bangsanya sendiri.

Sangat bangga menjadi orang yang hidup di negeri berideologi Pancasila, kemajuan fasilitas dan segala macam, kaum milenial lebih diharapkan untuk lebih baik ketimbang orang-orang zaman dulu dan sekarang tahu, budaya gotong royong sudah sedemikian mulai ditinggalkan”, harapnya.

Febbie Ini mencontohkan bagaimana caranya gotong- royong yang sejatinya falsafah bangsa Indonesia yang sekarang sudah mulai ditanggalkan, adanya pergerakan pemuda yang tidak hanya bersifat konsumtif, tapi memulai dari hal-hal kecil sehingga tujuan-tujuan besar untuk pembangunan di Kabupaten Garut diharapkan bisa dilaksanakan dan dipelopori oleh Pemuda Pancasila. (Djie)