HMI CABANG GARUT GELAR DIES NATALIS KE-73 DILANJUTKAN SIDANG PLENO

Advertisement Adsense

HMI CABANG GARUT GELAR DIES NATALIS KE-73 DILANJUTKAN SIDANG PLENO

Wak Puji
Jumat, 21 Februari 2020


60menit.com, Garut - Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut, gelar acara Dies Natalis dalam rangka memperingati kelahiran HMI ke-73, dan sekaligus Pleno 1 Rabu (20/2). HMI yang berdiri sejak 5 Februari 1947, digagas oleh Lafran Pane seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (STI) yang sekarang (UII). 

HMI ini merupakan sebuah respon terhadap kondisi Kebangsaan dan Keumatan pada saat itu. Ini menjadi refleksi bagi kader HMI untuk tetap merawat semangat kebangsaan dan keumatan, dimana setiap kader mengambil peran atas masalah yang berkaitan dengan bangsa dan kondisi umat.


Hadir dalam acara, mewakili Bupati Garut, Asda1 H Nurdin Yana MH, Kepala Kesbangpol Garut Drs Wahyudidjaya, Kasat Bimas Polres Garut AKP Dudu Gunawan SH, beberapa alumni HMI Garut yang kini menjadi pejabat publik yakni, Ketua KPUD Garur Junaidin Basri, Dirut PDAM Aja Rowi Karim, beberapa senior HMI serta kader HMI yang masih aktif di seluruh Kampus Garut.

Mengisi orasi politik dalam acara, mantan ketua HMI Garut Agus Alfaz, memberikan pandangan bahwa HMI merupakan organisasi yang memiliki semangat untuk meinternasionalisasikan gagasan lokalnya, bukan sebaliknya menusantarakan sesuatu yang sudah universal.

Salah satu alumni HMI, Kundrat Kanda Permana, mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari HMI. Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa dipetik selama di organisasi HMI.

“Sebagai alumni organisasi yang sudah berusia 73 tahun, saya merasa bangga menjadi bagian dari HMI. Karena saya belajar banyak hal, saya diajarkan nilai-nilai perjuangan, dalam kontek ke Islaman dan ke Indonesiaan d percaturan global,” katanya.

Sementara, Asep Lukman Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut yang juga menjadi pemateri mejelaskan materi tentang Harvard Study of Adult Development yang dilakukan selama 75 tahun, faktor terpenting dalam kebahagiaan sejati adalah hubungan kita dengan keluarga, pasangan, dan teman. Yang menjadi acuan materi adalah Dr.Robert Waldinger, Profesor Psikiatri di Universitas Harvard.

“Pesan penting yang bisa kita dapat dari penelitian selama 75 tahun ini sangat jelas, hubungan yang baik membuat kita sehat dan bahagia. Stres kronik karena kesepian, tidak bahagia, akan dirasakan tubuh dan berakumulasi. Waldinger menekankan bahwa menjaga ikatan yang kuat dengan orang lain akan melindungi kita dari penyakit mental, penyakit kronik, dan juga penurunan memori otak”, ungkapnya.

Meski begitu, imbuhnya, rahasia hidup sejahtera tidak selalu bergantung pada hubungan kita dengan orang lain. Faktanya, kita juga bisa merasa kesepian di tengah banyak orang atau saat bersama kekasih hati jika kita tidak memiliki koneksi emosional. “HMI harus bisa menjaga hubungan baik sesama anak bangsa. Agen penggerak silaturahmi kebangsaan. Harus tetap konsisten dengan tujuan dari visi misi didirikannya HMI”, tegas Asep Lukman. (Djie)