BUPATI GARUT MENGHADAPI DAMPAK COVID-19 PERCEPAT SWAKELOLA DALAM PEREKONOMIAN

Advertisement Adsense

BUPATI GARUT MENGHADAPI DAMPAK COVID-19 PERCEPAT SWAKELOLA DALAM PEREKONOMIAN

Wak Puji
Kamis, 26 Maret 2020


60menit.com, Garut - Status perpanjangan masa darurat bencana dengan mewabahnya Virus Corona Disease (Covid-19), sebagaimana disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020, tentunya ini berdampak pada sosial ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Menyikapi hal tersebut, kendati sampai saat ini Garut belum ada pasien yang positif terjangkit Virus Corona, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dan stakeholder lainnya, terus melakukan berbagai upaya dan ikhtiar dalam menangani masalah ini, dari mulai pencegahan penyebaran Covid-19, sampai kepada dampak sosial ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Garut H Rudy Gunawan, usai rapat terbatas dengan beberapa instansi Pemkab Garut.

“Tadi bersama Ketua MUI sudah dimusyawarahkan, Pemkab Garut akan memberikan Hand Spray elektronik untuk masjid-masjid di Kabupaten Garut, tentunya ini memerlukan dana,” ucap Rudy Gunawan, di Gedung Pamengkang Garut, usai melepas petugas penyemprotan desinfektan, Kamis (26/03).

Selanjutnya kata Rudy, untuk penanggulangan ekonomi masyarakat dampak Social Distancing, akan mempercepat kegiatan yang sifatnya swakelola di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang nilainya Rp27 miliar, yang akan dilaksanakan minggu depan.

“Misalnya ada jalan desa yang dilakukan swakelola oleh Dinas PUPR bersama desa. Nah, pegawainya itu kita perbanyak, dan itu kita lebihkan upahnya, misalnya pekerja sampai sore upahnya Rp75 ribu, jadi Rp100 ribu,” ucap bupati garut Rudy gunawan 

Lanjut Rudy, jumlah kebutuhan pekerja juga ditambah, awalnya hanya 10 pekerja, ditambah jadi 25 pekerja. Hal ini salah satu upaya penanggulangan dalam permasalahan ekonomi, karena dampak sosial dari status darurat Virus Corona tersebut, pungkasnya.(Djie)