TANGGAPAN DICKY CHANDRA MASALAH PROYEK JALAN POROS CILAWU - BANJARWANGI

Advertisement Adsense

TANGGAPAN DICKY CHANDRA MASALAH PROYEK JALAN POROS CILAWU - BANJARWANGI

Wak Puji
Minggu, 08 Maret 2020


60menit.com, Garut - Menyikapi dugaan pelanggaran pada proyek jalan Poros Cilawu-Banjarwangi yang menuai kontroversi, ditambah dengan adanya pernyataan Bupati Garut Rudy Gunawan SH. MH. MP. di beberapa media lokal, regional, maupun nasional yang akan memberhentikan proyek jalan tersebut, mendapat tanggapan serius dari budayawan yang juga artis nasional Dicky Chandra.

Saat diwawancara secara ekslusif di sebuah kedai kopi di kawasan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat. Dicky menanggapi dengan serius dan mengatakan ada dugaan kesalahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut terkait izin Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL) pengerjaan proyek jalan poros yang belum ditempuh dan dianggap mengganggu keberlangsungan ekosistem di wilayah hutan gunung Cikuray, Minggu (08/03).

Yang memakai AMDAL saja sudah banyak yang tidak sesuai, apalagi yang tidak, banyak proses AMDAL yang bodong dalam pelaksanaan proyek di negeri ini”, ujar Dicky.

Dicky mengatakan jika dirinya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pakar budaya dan lingkungan, Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta, dan kini duduk sebagai anggota komisi II DPR-RI, yang sudah pula berkomentar di media, keinginanya lebih dari sekedar berstatemen, karena Dedi Mulyadi menganggap ini bukan masalah pribadi tapi masalah keberlangsungan lingkungan dan masyarakat ke depan.

Di tingkat nasional pun saya termasuk yang agak keras mengkritisi masalah tentang acuhnya Pemerintah terhadap AMDAL, sudah terlihat banyak sekali yang pakai AMDAL bodong akhirnya dampaknya kacau, seperti contoh Bekasi menjadi tenggelam, dan beberapa daerah lainnya pun tenggelam, karena AMDAL nya cuma kopi paste atau formalitas”, sesalnya.

Mantan Wakil Bupati Garut di era Ceng Fikry ini juga berkata, akhirnya pembangunan hanya membuat orang senang dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjang memberikan dampak kerugian yang besar bagi masyarakat.

Terkait rusaknya konservasi alam dan berkurangnya resapan air bagi mata air sungai Cikaengan dan Ciwulan , yang saya bilang tadi selalu AMDAL nya diacuhkan dan ini kejahatan besar bagi suatu daerah, ke depan kemungkinan beberapa kecamatan di Garut dan Tasikmalaya akan kesusahan sumber air”, terangnya.

Dicky mencontohkan, pada suatu tempat di daerah pertanian sampai akhirnya masyarakatnya tidak bisa bertani karena sulitnya air yang disebabkan pembangunan yang menutup jalannya air, akhirnya para penggarap pun menjadi kuli.

“Mereka menjadi setengah pengangguran karena bekerja tidak sesuai dengan keahliannya, dan menjadi problem besar karena akhirnya pertanian menjadi kacau”, imbuhnya.

Budayawan kondang itu juga mencontohkan seperti dalam naskah Galunggung, “Ulah nyalahkeun cai, da cai mah nuturkeun alurna, mun aya nu ka bawa cai, da bongana ngahalangan jalana cai”, artinya ini peringatan buat pemerintah dan para pemimpin untuk mengikuti aturan alam dan aturan yang ada.

Sebenarnya pembangunan jalan poros Cilawu-Banjarwangi tidak perlu AMDAL artinya itu tidak boleh dibangun, karena kajiannya juga dari mana ?”, katanya dengan tersenyum kecil.

Dicky meyakini dibalik semua hiruk pikuk protes masyarakat ada pelajaran buat Pemkab Garut, dirinya berharap agar Bupati jangan anti terhadap kritikan, karena sekarang ini pasti ada dua kubu pro dan kontra terhadap keberlangsungan proyek jalan poros tersebut.

Pembangunan perlu, tapi kalau tidak menuruti aturan, ini hanya akan menyenangkan segelintir orang, tapi akan merusak alam yang seyogianya kita jaga”, tuturnya.

Kalau ada yang mengkritisi lanjut Dicky itu adalah madu, justru kalau dipuji itu racun, kritikan pun lebih pada mengingatkan, dirinya juga tidak mau, ketika masyarakat abai lalu diam dan akhirnya terjadi permainan di belakang meja, hal seperti ini yang tidak boleh terjadi, karena masyarakat pasti rugi di masa yang akan datang.


Saya berharap pada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini, Jikapun ada hal yang bersentuhan dengan hukum semestinya cepat diselesaikan, di beberapa kejadian banyak orang berduit beli tanah, mereka berusaha untuk melanjutkan proyek ini, karena tidak ingin rugi secara financial”, tandasnya.

Di penghujung wawancara, Dicky menghimbau kepada semua pihak yang terlibat pada pembangunan jalan poros Garut-Banjarwangi agar segera sadar diri, karena menurutnya ini bukanlah kepentingan pribadi, tapi masalah keberlangsungan alam.

Berkaitan dengan statemen Bupati yang telah mengakui kesalahannya, namun pengerjaan proyek masih berlangsung sampai hari ini, saya sangat menyayangkan dan berharap Bupati sesegera mungkin memberitahu bawahannya untuk diberhentikan sementara karena prosesnya harus tetap dibenahi”, harapnya.

Akhirnya Dicky meminta Bupati membuat kajian ulang yang harus memberhentikan proyek, karena sudah ada alat bukti seperti pengakuan serta poto-poto kegiatan perusakan alam yang dilakukan Pemkab secara massive.

Lebih baik Pemerintah mencari solusi lainnya dengan memberhentikan seluruh proses pembangunan. Kalau aturannya ada, jangan dilanggar dong”, pungkasnya. (Djie)