Jalan Poros Tengah Cilawu - Banjarwangi Belum Di Gunakan Sudah Longsor

Advertisement Adsense

Bupati Garut

Bupati Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadis Pertanian Garut

Kadis Pertanian Garut

Jalan Poros Tengah Cilawu - Banjarwangi Belum Di Gunakan Sudah Longsor

Wak Puji
Jumat, 17 April 2020


60menit.com, Garut - Longsor terjadi di ruas jalan poros tengah Cilawu-Banjarwangi yang saat ini pembangunannya dihentikan karena belum mengantongi Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Ada empat titik longsoran di ruas jalan poros tengah yang sudah dibangun Pemda,” jelas Hendri (43), warga Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu yang dihubungi lewat telepon genggamnya, kemarin (16/4).
Menurutnya, longsoran tersebut terjadi kemarin (16/4) dengan kondisi yang bervariasi, ada longsoran dari tebing yang rata-rata tingginya mencapai 10 meter lebih yang ada di pinggir kiri jalan dengan lebar longsoran rata-rata mencapai 10 hingga 50 meter hingga menutup badan jalan yang lebarnya 8 meter hingga hanya bersisa setengahnya atau kurang dari setengahnya.
“Ada empat titik longsoran, kondisinya bervariasi, kebanyakan menutup badan jalan yang sudah dibangun,” katanya.

Tidak hanya longsoran dari tebing yang ada di sisi kiri jalan, sisi kanan jalan yang berbatasan langsung dengan jurang yang dibawahnya merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciwulan, juga mengalami amblas di beberapa titik. Tanah yang amblas, hingga membuat lebar badan jalan terkikis.
“Yang paling parah ada jalan yang sudah amblas hingga menyisakan badan jalan sekitar dua meter dari lebar 8 meter,” katanya.
Menurut Hendri, ruas jalan poros tengah sendiri dibangun dengan cara mengeruk sisi tebing di sisi kanan jalan yang kemudian tanahnya digunakan untuk menutup bagian lahan yang akan dijadikan jalan. Sedangkan di bagian kiri jalan, merupakan jurang dengan kedalaman bervariasi yang dibawahnya adalah DAS Ciwulan.
Sehingga kata ia, tidak hanya longsor, pada badan jalan juga terlihat retakan-retakan memanjang yang berpotensi amblas ke DAS sungai. (Djie)