Kasus OTG Covid-19 Tidak Bisa Dibedakan Dengan Kasat Mata

Advertisement Adsense

Bupati Garut

Bupati Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadispora Kab. Garut

Kadis Pertanian Garut

Kadis Pertanian Garut

Kasus OTG Covid-19 Tidak Bisa Dibedakan Dengan Kasat Mata

Wak Puji
Jumat, 01 Mei 2020



60menit.com, Garut - Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizky Darajat SH M Si mengatakan bahwa penularan masih terus berlangsung dan bisa terjadi melalui orang tanpa gejala (OTG) positif Covid-19. Menurutnya, penularan itu terjadi tanpa dapat teridentifikasi secara kasat mata.

“Kita tidak pernah tahu siapa orang yang di luar rumah yang bawa virus, banyak OTG yang tidak bisa kita bedakan dengan mata biasa,” ujar Ricky di Gedung Command Center, Pendopo, Jumat (01/05).

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah. Jika memiliki kepentingan mendesak, maka diharuskan memakai masker dan batasan waktu untuk keluar rumah. Ia menganggap menghindari lebih baik.

“Beli makanan dari rumah, usahakan pakai jasa pengantar makanan, pulang lepas masker, kami menghimbau mereka sadar diri meski tidak ada keluhan sakit apa pun atau batuk atau demam ringan. Karena semua punya potensi pembawa virus,” kata Ricky.

Selain itu, Ricky juga mengingatkan kepada masyarakat Garut untuk melindungi lingkungan sekitarnya. Kemudian, memantau masyarakat yang berada di daerah zona merah.

“Oleh karena itu saudara-saudara isolasi diri 14 hari dengan tetap di rumah, pakai masker jaga jarak. Lalu menelusuri kontak dari pasien Covid-19 dan dirawat di RS atau isolasi mandiri,” sambungnya.


Bahwa Sampai hari ini, total kasus Covid 19 (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) sebanyak 3.055
kasus,  terdiri dari OTG : 593 orang, dimana 357 masih dalam tahap observasi dan 236 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian. ODP : 2.399 kasus (143 kasus masih pemantauan, 14 dalam perawatan, dan 2.242 selesai pemantauan dimana 11 diantaranya meninggal);  PDP : 52 kasus (7 kasus sedang dalam perawatan dan 45 kasus selesai pengawasan dimana 11 diantaranya meninggal);

"Sedangkan untuk Kasus Konfirmasi + : 11 kasus  terdiri 8 dalam perawatan di rumah sakit, 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 1 Sembuh dan 1 kasus meninggal," pungkas Ricky. (Djie)