| 60menit.co.id | wawan Kartiwa (Ketua Karang Taruna Kel. Cisurupan Kec. Cibiru Kota Bandung), Minggu (22/08/2021). |
60MENIT.co.id, Bandung | Karang Taruna Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru meriahkan HUTRI ke-76 dengan menggelar Mancing yang diikuti oleh berbagai kalangan dan Rt yang ada Kelurahan Cisurupan.
Ketua Karang Taruna, Wawan Kartiwa mengatakan, bahwa berbagai kegiatan yang bisa disesuaikan dengan keadaan pandemi covid-19, asal memenuhi syarat dan aturan yang berlaku salahsatunya adalah dengan memenuhi Protokol Kesehatan.
"Kami menjalankan kegiatan ini penuh dengan kehati-hatian, dengan menjalankan Prokes bagi peserta maupun panitia, karena masa pandemi bukan untuk menghentikan karya positif, justru dengan giat ini kita memacu kebersamaan untuk mencintai NKRI," Kata Wawan Kartiwa kepada journalis 60menit.co.id. Minggu (22/08/2021).
Antusias warga pada peringatan 17 Agustusan ini merupakan reaksi Cinta Nasionalisme, di fase pandemi covid-19 ini Karang Taruna Cisirupan menghimpun warga untuk meningkatkan Imun.
Dengan makna lain menurut Wawan Kartiwa bahwa virus covid-19 bukan untuk ditakuti tapi harus dilawan dengan sikap tertib yang patuh memenuhi syarat protokol kesehatan harus dilakukan.
Wawan Kartiwa menambahkan, reaksi warga pada moralitas Kemerdekaan ini sangat banyak makna bahkan sudah melekat kepada mereka dan menjadi budaya warga, ini merupakan sikap nasionalisme yang tinggi.
"Kami hanya memberi fasilitas bagi semua warga yang menginginkan giat semacam ini, yang penting reaksi mereka bisa tersalurkan dengan rasa nasionalisme yang kuat kiat tidak menyalahi aturan pemerintah," imbuh Wawan Kartiwa.
Perayaan Agustusan merupakan bentuk Cinta dari Watga kepada Negara, dengan memeriahkannya berarti turut menyambut untuk mengisi hal yang positif sebagai isian dari makna kemerdekaan.
Hal ini diungkapkan pula oleh Bp. Didi selaku Ketua Rt 04, ia mewakili warganya bahwa kegiatan Agustusan itu jangan sampai dihilangkan, karena Agustusan salah satu tanda Merdekanya Negara Indonesia dari kaum penjajah.
"Kita tidak melihat hadiah ataupun kalah menangnya, tapi makna Guyub Salembur atau istilah kebersamaan sesama warga harus kita pelihara, maka dengan giat seperti ini sikap gotong royong bisa bangkit kembali," harap Didi.
Lebih lanjut Ketua Karang Taruna melalui Panitia Kegiatan, bahwa ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu, seperti Benjang dan beberapa Imbauan kepada masyarakat supaya tertib menjaga prokes dan tidak berkerumun di Masa Pademi ini agar kegiatan berjalan dengan lancar.
(wandi)


