![]() |
| Foto bersama penyerahan hadiah (ridho) |
60Menit.co.id, Subang | Ratusan peserta penggemar adu ketangkasan layang-layang di Kabupaten Subang telah usai mengikuti lomba adu ketangkasan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Edan (KARTER) Jalancagak Sabtu (13/12/2025).
Adu ketangkasan atau yang populer dibilang gilasan merupakan permainan layang-layang dimana para peserta mengadu ketangkasan di udara untuk saling mengalahkan. Para pemain mengadu strategi untuk saling memutuskan benang layang-layang satu sama lain.
Lomba ketangkasan yang berlangsung mulai tanggal 8 Nopember sampai 13 Desember 2025 ini berlangsung dalam rangka Hari Pahlawan, acara juga dihadiri perwakilan dari Kapolsek Jalancagak,
AKP Ageu Nugraha, Iptu Agus Kustiwan, Camat Jalancagak Saepudin,S.Sos.M.AF.
Perlombaan diikuti peserta sebanyak 50 Time peserta dari berbagai kecamatan mengikuti lomba adu ketangkasan layangan ini yang diselenggarakan di lapangan Alun-alun Kecamatan Jalancagak.
Sorak-sorai puluhan penonton yang menyaksikan jalannya lomba menambah keseruan suasana partai final lomba ketangkasan layang-layang yang baru digelar di Kecamatan Jalancagak,,Bertarung menggunakan sistem gugur, para peserta beradu strategi, kecepatan, dan ketangkasan memainkan layang-layang di udara.
Di partai final siang ini mempertemukan pemain asal Subang bernama Aby SF Royan Subang melawan Sandi Tembak Langit dari Kecamatan Jalancagak Setelah bertarung hampir selama Satu jam berlangsung, benang yang dipegang tiba-tiba terputus, dan layangan pun melambai di udara dibarengi sorak sorai ratusan penonton.
Sandi Tembak Langit harus mengakui ketangguhan layangan milik Aby Royan Subang. Keduanya nampak tersenyum, dan langsung bersalaman. Dengan hasil final dalam lomba Adu Gilas, praktis Aby SF Royan dinobatkan sebagai jawara, dan berhak membawa pulang Satu Ekor Domba
Beno penanggung jawab mengatakan, "Bahwa lomba adu Layang-layangan ini sebagai sindiran kepada pemangku kebijakan diatas, dengan tema Dihandap Baraya di luhur parasea," ucap Beno.
Lomba layang-layangan ini dilaksanakan juga untuk mengenang hari pahlawan dan juga untuk melestarikan permainan tradisional yang sudah mulai ditinggalkan dan digantikan oleh permainan teknologi modren, selain itu Alhamdulillah UMKM disekitar alun-alun kecamatan Jalancagak merasa terbantu jualan pun jadi ramai
Ide dan gagasan lomba ini, tak lepas dari bayangannya waktu kecil suka bermain layangan dan merasa miris melihat anak kecil jaman sekarang sibuk bermain game yang ada di smartphon.
Candra menambahkan, “Selain upaya pelestarian permainan tradisional, Adu Layang-layangan ini diselenggarakan sebagai penguatan kreatifitas, fisik dan mental". Ujarnya.
Pada sisi aturan lomba, panitia memberlakukan beberapa kriteria seperti ukuran dan jumlah layangan jumlah layangan tidak di target Lombanya sistem gugur.
Sedangkan Candra Ketua KARTER mengucapkan terima kasih juga kepada PT Jarum dan The Valley House sebagai sepensor utama untuk pemenang lomba,
"Panitia menyediakan piala dan juga domba sebagai hadiah untuk para juara. Juara I berhak mendapatkan domba," pungkasnya Candra
(Ridho)



