![]() |
| Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja membahas penguatan pengawasan partisipatif serta tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Toraja Utara dan UKI Toraja (sal) |
60MENIT.co.id, Toraja Utara | Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Toraja Utara melaksanakan audiensi dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja dalam rangka membahas penguatan pengawasan partisipatif serta tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Toraja Utara dan UKI Toraja yang bertempat di Kantor Rektorat UKI Toraja (Selasa, 3/2).
Audiensi tersebut dilaksanakan dengan pertemuan langsung bersama Rektor UKI Toraja, Oktavianus Pasoloran, serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Kealumnian, dan Pengembangan, Johana R. Tangirerung.
Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, dalam audiensi tersebut menyampaikan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis Bawaslu dalam membangun kesadaran demokrasi dan pengawasan partisipatif yang berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan sivitas akademika, khususnya mahasiswa, sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Pengawasan partisipatif tidak bisa dijalankan sendiri oleh Bawaslu. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Melalui kerja sama dengan UKI Toraja, kami berharap mahasiswa dapat berperan aktif sebagai agen pengawasan dan edukasi demokrasi di tengah masyarakat,” ujar Brikken.
Ia juga menambahkan bahwa tindak lanjut MoU antara Bawaslu Toraja Utara dan UKI Toraja perlu diarahkan pada program-program konkret, seperti pendidikan pemilih, sosialisasi kePemiluan, magang mahasiswa, riset kePemiluan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pengawasan partisipatif.
Sementara itu, Rektor UKI Toraja, Oktavianus Pasoloran, menyampaikan apresiasi atas audiensi tersebut dan menyatakan kesiapan UKI Toraja untuk melanjutkan serta memperkuat kerja sama dengan Bawaslu Toraja Utara. Ia menilai kolaborasi ini sangat relevan dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman politik dan kePemiluan yang komprehensif.
“Kami melihat kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk memperkaya wawasan mahasiswa tentang pendidikan politik dan kePemiluan. Melalui kegiatan seperti workshop, kuliah umum, atau Bawaslu Goes to Campus, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai demokrasi, pengawasan Pemilu, dan peran warga negara,” ungkap Oktavianus.
Audiensi tersebut juga membahas langkah-langkah teknis tindak lanjut MoU, termasuk penyusunan program kerja bersama. Melalui sinergi ini, Bawaslu Toraja Utara dan UKI Toraja berharap dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan pengawasan Pemilu yang partisipatif, inklusif, serta demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat di Kabupaten Toraja Utara.
(Sal)



