![]() |
| Gambar Ilustrasi by: redaksi 60menit.com |
60MENIT.co.id, Subang | Raibnya dana hibah yang bersumber dari Kementerian pertanian Tahun 2018 yang di salurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Subang di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang mulai terkuak, Jum'at (17/07/2026)
Alan Komarudin yang pernah menjabat kepala dusun (Kadus ) di salahsatu wilayah Desa Tanjungwangi juga terpilih menjadi salahsatu anggota Kelompok Tani (Koptan) saat di temui Jum'at (03-Juli 2026), menjelaskan kepada tim wartawan ini.
Dalam pemaparannya bahwa fana hibah di Tahun 2018 dari Dinas Pertanian untuk Desa Tanjungwangi diterima dari bermacam pengadaan, yaitu sapi sebanyak 6ekor, mesin pengolah pupuk organik beserta mesin potong rambut seperti yang telah di terbitkan media edisi sebelumnya.
Alan juga menuturkan, "dari 6 ekor sapi yang di terima oleh kelompok tani di bagi kan ke seluruhan nya untuk di kembang biakkan oleh anggota kelompok tani, semua di bagikan satu orang satu ekor mas" tuturnya.
Alan bakal calon Kepala Desa Tanjungwangi ini menambahkan, "setelah perjalanan dari tahun 2018,saat negara kita di landa covid 19, sapi bantuan dari ketahanan pangan itu di jual dan hasil penjualan itu dipergunakan untuk keperluan kebutuhan hidup itu situas genting, sampai akhirnya sapinya di jual, yang saya pelihara sendiri saja saya jual dengan harga 11juta, namun total uang sampai ke tangan saya hanya sejumlah 9juta rupiah," ucap Alan
Masih menurut Alan Komarudin, "kalau mesin pengolah pupuk organik dan satu ekor sapi dari bantuan ketahanan pangan di bawa oleh Vapak Asep Rukmana yang saat itu menjabat sebagai Ketua Gapoktan dan sepengetahuan saya Bapak Asep itu sudah pindah dari Desa Tanjungwangi ke daerah bandung, namun tepatnya di mana saya kurang tahu," tutupnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa belum berhasil di konfirmasi oleh awak media, komentar beberapa warga yang berhasil dihimpun menyebut, "Untuk pesta demokrasi yang akan berlangsung ditahun 2026 ini untuk pemilihan Kepala Desa sudah seyogyanya kita harus benar benar teliti." Katanya.
"Masih mengurus bantuan dari dinas pertanian saja sudah Amburadul begini,lalu bagaimana nanti kalau sudah terpilih dan lalu mengelola Anggaran Dana Desa dan sebagainya" pungkas warga masyarakat
(Tim)



