Seperti Bom! Buku "Pangulinan Budak" Dijual Rp85K Diduga Dimonopoli K3S, Ketua Sundawani Wirabuana Subang Acam Laporkan Kejaksaan
-->

Advertisement Adsense

Seperti Bom! Buku "Pangulinan Budak" Dijual Rp85K Diduga Dimonopoli K3S, Ketua Sundawani Wirabuana Subang Acam Laporkan Kejaksaan

60menit.com
Rabu, 19 Agustus 2026

Tampak sebelah kanan Ketua DPD Paguyuban Sunda Wani Wirabuana Subang dengan layar buku yang dijualbelikan (team)


60MENIT.co.id, Subang | Pendidikan dikomersialkan! Buku kokurikuler "Pangulinan Budak" untuk kelas 5 SD di Kabupaten Subang viral dan jadi sorotan publik. Ironis, buku yang katanya untuk membentuk karakter anak, justru diduga jadi ladang bisnis oknum K3S Subang, Senin (17/08/2026).


Faktanya, buku seharga Rp 85.000 itu sudah beredar di sekolah-sekolah. Pengadaannya dimonopoli 1 CV Erlangga. CV dan penerbit lain? Cuma jadi penonton.


Skandalnya makin dalam. Distribusi buku diduga dikendalikan oleh salah satu K3S kecamatan ciater. Ada dugaan tekanan dan pemaksaan ke K3S kecamatan lain agar mewajibkan sekolah membeli buku tersebut, walaupun pembelianya dibebankan angaean dana BOS sekolah, sementara angaran BOS masih banyak kepentingan yang harus didahulukan.


"Ini buku kokurikuler, sifatnya opsional! Kok bisa dipaksa? Kok 1 CV yang menang? Ini mendidik anak atau ngeruk untuk duit orang tua?" ucap pemerhati pendidikan.


Yang bikin geleng-geleng kepala, Dinas Pendidikan Subang mengaku tidak tahu ada praktik "main api" ini.


Tak tinggal diam, Aktivis Yosep Ketua DPD Sundawani Wirabuana Subang angkat bicara dan siap melaporkan ke Kejaksaan dan Tipikor," ucap Yosep.


"Kami akan kawal sampai tuntas. Ini sudah mencoreng dunia pendidikan subang. Jangan jadikan anak-anak sebagai sapi perah bisnis K3S!" tegas Ketua Sundawani Wirabuana Subang.


Publik kini menunggu. Beranikah APH membongkar mafia buku di Subang?


(Team)