![]() |
| Irjen Pol. Nurworo Danang, Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri (Anto) |
60MENIT.co.id, Jakarta | Persoalan mengenai mobil truk yang diduga sebagai pelangsir solar bersubsidi kerap antri mengular di beberapa SPBU di Toraja khususnya Toraja Utara, kini disorot media. Pemberitaan mengenai ini kembali marak setelah antrian panjang di salah satu SPBU yang berada di jalan poros utama Makale-Rantepao, Karassik, Rantepao, menghambat arus lalu lintas.
Berbagai pihak kerap menyoroti hal ini. Media setempat tak mungkin tinggal diam apalagi jika muncul keluhan dari masyarakat. Alhasil, isunya tidak hanya sebatas antrian truk pelangsir tanpa plat nomor polisi, tapi juga soal penimbunan solar bersubsidi serta pendistribusiannya. Konon, sejauh ini solar tersebut diduga untuk kebutuhan industri.
Materinya subsidi tapi jualnya ke industri. Daerah yang selama ini diduga menjadi sasaran pelemparan solar subsidi dari Toraja adalah dua kabupaten, Morowali dan Morowali Utara. Pasalnya, di daerah tersebut terdapat banyak perusahaan tambang nikel. Awak media sempat melintas saat tour jurnalistik lalu. Tour dari Toraja, Luwu Timur, Morowali hingga Beteleme di Morowali Utara.
Merespon pemberitaan mengenai antrian mobil pelangsir di SPBU Toraja ini, Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri, Irjen Pol Nurworo Danang, menyatakan, meneruskan informasi tersebut ke Polda Sulsel untuk dilakukan penyelidikan. “Terim kasih infonya… Sudah kami teruskan ke Polda Sulsel untuk dilakukan penyelidikan terkait informasi tsb…, “ ujarnya lewat pesan WhatsApp ke redaksi media ini, Selasa (15/9) kemarin, pukul 22.59.
(anto)



